Menu Close

Perbedaan Salon Biasa Dengan Salon Muslimah

Mengenai perbedaan salon khusus wanita dan salon muslimah menurut salah satu pengusaha salon muslimah yaitu :

Salon Wanita yang Awam

1. Wanita dengan berbagai keyakinan / agama – muslim / non muslim bisa melakukan perawatan
2. Segala treatment dapat dijalankan, mengikuti trend yang ada sekarang

Salon Muslimah

1. Hanya wanita beragama Islam saja yang dapat melakukan perawatan di tempat ini karena berdasarkan keyakinan wanita tidak boleh memperlihatkan aurat di hadapan wanita non muslim, yang sama saja membuka aurat di depan kaum pria. Batasan aurat wanita yaitu seluruh badan selain wajah dan telapak tangan.

2. Menghadirkan suasana Islami, misalnya:

– mengingatkan pelanggan untuk sholat tepat waktu
– melayani pelanggan dengan ramah
– tidak membedakan tamu dari segi materi, siapappun akan dilayani dengan senang hati
– melaksanakan silaturahim setiap tiga bulan sekali lewat telepon
– menawarkan makan siang jika telah jam makan jika pelanggan masih melakukan perawatan
– memberikan pidato Islami lewat loudspeaker salon sebagai bagian dari dakwah
– melakukan pengajian sekali setiap pekan bagi karyawan salon supaya bisa melayani pelanggan dengan lapang dada
– karyawan dilarang bergosip dan mendiskusikan aib pelanggan

3. Inti perawatan ini lebih untuk “mensyukuri nikmat Allah”, apa yang telah diberi Allah itulah yang harus dirawat dan menjauhi segala sesuatu yang merubahya. Berpegang pada Al Qur’an & Hadits, misalnya :

– tidak boleh mencabut alis
– tidak boleh menyambung rambut atau hair extention
– tidak boleh mentato alis
– tidak boleh menggunting rambut dengan teladan menyerupai laki-laki
– tidak boleh perawatan menerapkan bahan-bahan yang bisa merugikan pelanggan, misalnya pemakaian bahan kimia untuk bleaching rambut, rebounding, pengecatan dsb. Treatment rebounding sudah diteliti rupanya banyak sekali merugikan pelanggan, antara lain rambut patah-patah, merah, kering, rontok dan cenderung tidak tumbuh lagi. Bahkan ada klien yang trauma karena kulit kepala sering bernanah selama satu tahun karena pihak salon salah melaksanakan reboinding.
– mencat rambut menerapkan produk Henna dengan warna yang dipakai kecuali hitam yakni brown, chestnut, mahogany, burgundy, yellow, red supreme dsb.
– merias wajah secara soft yang lebih menampakkan kecantikan diri, tidak berlebihan.

Untuk menjadi calon terapis atau kapster di sebagian salon muslimah menggunakan kriteria yang cukup ketat seperti :

– Wanita, beragama Islam
– Santun bagus, minimal hafal 30 juz
– Umur 17 – 35 tahun, suku Jawa atau Sunda
– Lulus SMA atau setara
– Wajah menarik, tidak harus cantik, mempunyai bahasa tubuh yang bagus, dengan prasyarat dan ketetapan yang berlaku
– Mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar dan berubah
– Pekerja keras, ulet, tangguh dan dapat berkomunikasi dengan baik

Demikian informasi perihal perbedaan salon biasa dengan salon muslimah semoga bermanfaat.

Baca Juga: Salon Kecantikan