Menu Close

Orang Sukses Dunia Tapi Kongkretnya Menjadi Berhasil Memang Butuh Pengajaran

Sekolah international di jakarta – Berhasil butuh pengajaran. Beberapa dari kebanyakan orang beranggapan bahwa kesuksesan tak butuh pengajaran, asalkan kerja keras. Mungkin tolok ukur dari beberapa orang ini yakni mereka-mereka yang berhasil tanpa semestinya sekolah dan bergelar, ucap saja:

Thomas Alva Edison yang sebab pertanyaannya bertele-tele, sikapnya yang aneh dan dianggap kurang masuk logika, oleh gurunya dikatakan bahwa otak Thomas Alva Edison tak dapat berprofesi sebagaimana mestinya. Melainkan ketika ini siapa yang tidak ketahui Thomas Alva Edison? Malah namanya tercatat dalam buku, sebagai salah satu orang penting yang berjasa terhadap dunia.

Pemilik The Hershey Company, Milton Hershey keluar dari sekolah ketika umur 9 tahun. Milton Hershey yakni seorang pria berkebangsaan Amerika yang lahir di sebuah kota bernama Pennsylvania pada tahun 1857. Semasa sekolah, Hershey tak mempunyai prestasi belajar yang menggembirakan. Malah ketika ia telah menginjak kelas 4 SD, Hershey terpaksa semestinya keluar dari sekolah. Melainkan sebab atensi dan kecerdasannya mengolah cokelat, Hershey justru sukses mendirikan perusahaan cokelat benama Hershey Company yang berhasil mengirim produknya hampir ke semua belahan dunia.

  • Baca Juga : International School Jakarta

Dave Thomas penganggas kafe fast food Wendy’s yang memilih keluar dari sekolahnya waktu ia berumur 15 tahun. Kau mungkin tak pernah menyangka bahwa founder kafe pesat saji seperti Wendy’s bukanlah alumni sarjana. Ya, ia mempertimbangkan untuk keluar dari sekolahnya ketika duduk di kursi sekolah menengah atas. Ketika itu, Dave telah berprofesi di salah satu kafe sebagai pelayan. Selama bertahun-tahun lamanya, Dave mempelajari seluk-beluk dunia makanan sampai pada kesudahannya dapat mendirikan kafe bernama Wendy’s yang sampai ketika ini cabangnya ada di mana-mana.

David Karp founder Tumblr telah tak mencontoh pengajaran formal semenjak dia sekolah menengah atas. Bagi kau pecinta dunia platform microblog, pasti telah pernah atau paling tak, pernah mendengar yang namanya Tumblr. Ib school Jakarta Microblog ini diciptakan oleh seorang pemuda berkebangsaan Amerika bernama David Karp yang memang telah menekuni bidang HTML semenjak umur 11 tahun. Di umur 15 tahun, David Karp mempertimbangkan untuk keluar dari sekolah dan membikin beragam web untuk usaha-usaha kecil yang ada di sekitarnya. Selama bertahun-tahun, Karp terus memacu kesanggupannya sampai pada tahun 2007 lalu dia sukses merilis Tumblr.

Amadeo Giannini pendiri Bank of America gagal menuntaskan pengajarannya di umur 13 tahun. Nama Amadeo Giannini masuk ke dalam daftar orang paling berhasil di dunia, yang juga tak menamatkan pengajaran formalnya. Dia keluar dari sekolah pada umur 13 tahun dan mempertimbangkan untuk belajar bisnis segera di lapangan. Perjalanan karir Amadeo Giannini dapat dibilang cukup curam, sampai kesudahannya dia sukses mendirikan Bank of America sesudah sebelumnya membesarkan sebuah bank bernama Bank of Italy. Dia yakni seorang pebisnis cerdas yang pertama kali berani menawarkan cara kredit terhadap para imigran berpenghasilan rendah.

Steve Jobs memilih untuk meninggalkan kuliahnya untuk mendirikan perusahaan komputer Apple. Rasanya hampir tiap orang yang terkait dengan dunia komputer mengetahui nama Steve Jobs. Nama ini semacam itu popular sesudah Steve Jobs sukses menyampaikan produk komputer berlogo apel tergigit itu terhadap khalayak lazim. Pendiri perusahaan gadget yang berikutnya dikasih nama Apple ini yakni salah satu CEO yang dikenal gagal menamatkan pengajaran formalnya. Pada umur 19 tahun dia mempertimbangkan keluar dari kampus untuk mendirikan perusahaan impiannya. Sekitar tahun 1986 Steve Jobs berhasil menyampaikan Apple terhadap khalayak lazim. Sampai ketika ini, Apple familiar sebagai salah satu produk komputer yang mempunyai mutu terbaik yang pernah ada.

Mark Zuckerberg gagal menjadi sarjana dan sukses mendirikan Facebook. Nama Mark Zuckerberg juga pasti bukan nama yang terdengar asing lagi ditelingamu. Pria berusia 31 tahun ini yakni penemu sekalian pengembang web jejaring sosial yang cukup fenomenal bernama Facebook. Mulanya Facebook yakni proyek iseng-iseng Mark ketika masih mencapai pengajaran di Harvard. Dia membikin cara jejaring sosialnya untuk sahabat sekelasnya. Melainkan tanpa dikira, proyek ini justru diminati oleh banyak orang, sampai pada kesudahannya dia mempertimbangkan mundur sebagai mahasiswa supaya dapat serius memperbesar usahanya hal yang demikian.