Menu Close

Merancang Sistem Keamanan Untuk Perkantoran

Ketersediaan ruang kantor di Jakarta semakin tahun semakin banyak jumlahnya. Tingkat okupasi terus mengalami penurunan. Tingkat kompetisi antar gedung makin kompetitif. Masing-masing pengelola gedung mempertimbangkan taktik untuk menarik perhatian penyewa. Mulai dari pemberian harga sewa miring, fasilitas komplit sampai jaminan keamanan yang bagus.

Khusus untuk bagian yang terakhir sering dilupakan, walaupun jaminan keamanan gedung sama artinya dengan jaminan ketenangan disaat berprofesi dan meninggalkan aset di kantor. Untuk itu Robert Thomas, Direktur Keamanan Harbor East Management Group, LLC yang berada di Baltimore, Maryland, AS pernah memberikan sejumlah tips bagaimana mewujudkan sistem keamanan gedung yang bagus.

Baca Juga: Perusahaan jasa Satpam

Berikut cara keamanan yang digunakan oleh perusahaan di luar negeri, yang juga menjadi standard international di gedung perkantoran Jakarta. Langsung saja kita simak ulasannya!

1. Buat perencanaan program keamanan gedung

Tiap-tiap gedung perkantoran patut mempunyai perencanaan program keamanan. Yang menjadi hal utama dalam perencanaan program keamanan yaitu seluruh sesuatu yang menjadi prioritas penting dalam menjaga keberlangsungan kesibukan keamanan di dalam gedung.

Seandainya permasalahan keamanan yang menjadi prioritas utamanya yaitu sumber kekuatan manusia karenanya yang patut memperoleh perhatian yaitu jumlah dan mutu kekuatan keamanannya. Kemudian untuk di sebagian spot disupport oleh alat teknologi sebagai bantuan. Meski memang hal ini betul-betul tergantung dari dana yang tersedia.

2. Tetapkan dari mana sumber kekuatan manusia berasal

Tiap-tiap pengelola gedung perlu dipertimbangkan dari mana sumber kekuatan keamanan didapat. Apakah dibutuhkan untuk menyewa kekuatan kontrak seperti outsourcing ataukah merekrut karyawan sendiri? Masing-masing mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan sendiri.

Seandainya merekrut karyawan secara swadaya akan dibutuhkan kekuatan ekstra untuk melatih dan mengajarnya. Belum lagi sekiranya ada permasalahan yang berurusan dengan ijin, cuti dan lain sebagainya.

Tetapi sekiranya mempertimbangkan berprofesi sama dengan perusahaan penyedia kekuatan kerja untuk keamanan, perlu dipandang apakah ada jaminan bahwa kekuatan keamanan yang kita inginkan bisa memberikan loyalitas maksimal kepada situasi keamanan yang kita harapkan atau tak.

Cek Juga: Perusahaan Jasa Security

3. Mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab seorang petugas keamanan

Bagus itu karyawan sendiri maupun kekuatan outsourcing, yang perlu dipandang yaitu apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab. Pastikan bahwa tanggung jawab dan tugas tiap-tiap petugas keamanan tak melebihi apa yang sanggup dikerjakan. Semisal Anda memaksakan seorang petugas keamanan berjaga selama 24 jam tanpa ada pergantian.

Observasi pula, bagaimana sistem mengenali seorang petugas keamanan. Apakah seragam yang diterapkannya telah mematuhi hukum atau belum?

Apa saja kelengkapan yang semestinya menjadi dikenakannya selagi bertugas. Semisal perlukah tongkat, pluit, atau semacam senjata guna melindungi diri dan aset perusahaan. Termasuk juga melindungi pegawai perusahaan lain.

4. Mempertimbangkan tugas jaga

Perlu dipandang pula kepada respons seorang petugas keamanan dalam menginspeksi ruangan kantor dan sekitarnya. Apakah sudah diatur hukum jaga keliling ataukah ada jam-jam tertentu dimana seorang petugas keamanan semestinya mengisi data dan menandatangani formulir khusus dikala menjelang zona kawasan tertentu.

Tugas jaga tiap-tiap petugas keamanan patut dihasilkan secara bergantian. Jangan hingga melebihi batas kesanggupan petugas keamanan. Pergantian jaga antar petugas juga patut diatur secara ketat.

5. Jalan keluar masuk ke dalam kantor

Demi menjamin tingkat keamanan yang tinggi dibutuhkan adanya satu tata tertib untuk mempertimbangkan jalan keluar masuknya tiap-tiap karyawan atau pengunjung. Jangan hingga gedung perkantoran mempunyai banyak jalan masuk masuk. Jikalau hal demikian terjadi, dapat dipastikan tingkat keamanan kantor betul-betul buruk.

Mendesain pintu dengan tingkat keamanan yang tinggi dibutuhkan sistem tersendiri. Apakah pintu keluar masuk cuma mengaplikasikan satu arah atau dapat bolak balik.

Bagaimana dengan desain pintu? Apakah pintu besar dengan kunci ditengah atau mengaplikasikan pintu besar yang berputar seperti di gedung pada lazimnya? Yang terang, contoh dan desain pintu juga jadi nilai penting dalam keamanan gedung.

6. Tata kepada tetamu kantor

Tiap-tiap tetamu yang hendak menjelang ruangan kantor perlu dipandang dengan seksama. Bagaimana sistem penguasaan yang pantas kepada tetamu.

Apakah perlu dikerjakan secara hukum yang baku ataukah cukup dengan verbal saja. Ini seluruh tergantung dari tingkat keamanan di luar lingkungan kantor, lalu kemudian diatur dan dibakukan dengan hukum kantor.

Seandainya dirasa memang dibutuhkan, karenanya jalan masuk tiap-tiap tamupun perlu dipegang. Apakah dibutuhkan adanya penahanan kartu identitas selama berada dalam kantor. Apakah perlu petugas keamanan menemani tetamu yang dikasih jalan masuk masuk ruangan atau tak. Segala tergantung dengan kebijakan dan lingkungan kantor.

Cek Juga: Jasa Keamanan Satpam

7. Fungsi lift dan tangga

Lift dan tangga yakni jalan masuknya seseorang menuju ruangan di lantai yang lain. Apakah seluruh orang memiliki jalan masuk ke tiap-tiap lantai? Apakah ada tata tertib yang tertulis bahwa tak seluruh orang pun karyawan sekalipun boleh menjelang sebuah lantai yang dikasih petunjuk private?

Kadang permasalahan muncul jika tata tertib tak atau belum tertulis dengan terang. Sehingga tak mustahil jika muncul kesalahpahaman di kemudian hari. Betapa pantasnya sekiranya seluruh penyewa kantor mengenal bagaimana hukum kantor diatur.

8. Pintu dalam ruangan kantor

Malahan untuk sebuah kantor yang telah dikasih label aman sekalipun, seluruh pintu keluar masuk belum tentu benar-benar aman.

Observasi jalan masuk keluar ruangan, apakah dibutuhkan sebuah sistem khusus untuk menutup pintu. Kadang karyawan agak sedikit terburu-buru sehingga pintu tak tertutup dengan total.

Observasi potensi kerawanan jika hal itu terjadi. Akan lebih bagus tiap-tiap petugas keamanan menentukan seluruh pintu tertutup dengan benar sesudah seluruh pegawai kantor meninggalkan gedung.

9. Akses lahan parkir

Keamanan tak cuma mencakup ruangan dalam saja. Lahan parkirpun perlu memperoleh perhatian yang sama besarnya.

Perlu dipandang berapa kapasitas kendaraan yang bisa tertampung. Lalu apakah ada lahan yang berbeda antara motor dan kendaraan beroda empat?

Sebagai unsur terutama dalam kenyamanan penyewa gedung, cara pendataan kendaraan yang menjelang kawasan kantor. juga patut terorganisir dengan bagus. Terapkan cara mengindentifikasi pengemudi yang membawa kendaraan masuk dan pengemudi yang membawa kendaraan keluar.

Kesudahannya, apa yang paparkan oleh Robert Thomas di atas sesungguhnya hanyalah hal mendasar yang wajib ada pada tiap-tiap kantor. Anda dapat menambahkannya sendiri semisal dengan memasang CCTV dan lain sebagainya. Tetapi setidaknya cara keamanan gedung kantor yang betul-betul mendasar ini telah harus digunakan oleh tiap-tiap gedung di Jakarta, supaya tingkat keamanan tidak perlu diragukan lagi.

Kunjungi Juga: Penyedia Jasa Security